Airmax-97

Informasi seputar sepatu olahraga

Penyebab kram otot tidak selalu berhubungan dengan cedera olahraga. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, meski tidak aktif berolahraga. Akibat kekurangan mineral, kurang minum, stres, otot bisa menjadi tegang dan pegal.

Kram otot dapat terjadi di banyak bagian tubuh, tetapi paling sering di paha, betis, tangan, lengan, perut, tulang rusuk, dan kaki. Meskipun dokter tidak selalu tahu apa yang menyebabkan kram otot, ada beberapa pemicu dan penyebab umum yang dapat menyebabkan kram.

Sepatu Olahraga
Berikut beberapa penyebab kram otot yang harus Anda ketahui:

1. Kurangnya asupan cairan tubuh
Jika Anda mengalami kejang tanpa alasan yang jelas, pastikan Anda minum banyak cairan. Pasalnya, kekurangan air dalam tubuh bisa menyebabkan kontraksi dan kejang otot.
Yang perlu Anda pahami, kekurangan air ini juga berdampak pada hilangnya elektrolit dan mineral. Karena saat Anda berkeringat dan menggunakan banyak cairan tubuh, air dan elektrolit tubuh akan menyempit. Jadi cobalah untuk menambah asupan air jika Anda sering merasa sesak.

2. Tingkat Elektrolit Rendah

Sepatu Basket
Otot Anda dapat berfungsi dan bekerja dengan bantuan mineral, seperti kalium dan magnesium. Jika Anda kekurangan mineral, otot-otot tubuh akan memberikan pemberitahuan kram dan kejang.
Kekurangan mineral atau elektrolit dapat terjadi setelah berkeringat atau berolahraga. Selain itu, kondisi tubuh yang kurang fit akibat diare atau muntah juga dapat menyebabkan rendahnya elektrolit dalam tubuh.

3. Tingkat Stres
Saat Anda mengalami banyak stres, baik di tempat kerja, kuliah, atau di rumah, Anda akan merasakan dampak langsungnya pada kebugaran Anda. Tidak mengherankan, sakit kepala dan insomnia biasa terjadi pada orang yang stres.
Selain itu, stres dan tekanan juga dapat menyebabkan ketegangan dan nyeri pada otot-otot tubuh. Cobalah teknik relaksasi seperti pijat dan meditasi.

4. Terlalu Banyak Kafein

Sepatu Jogging
Terlalu banyak mengonsumsi kafein juga dapat menyebabkan kram pada otot-otot tubuh. Pasalnya, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan kontraksi dan ketegangan pada otot.
Gejala yang lebih sering terjadi pada otot yang berkedut atau berkontraksi. Selain kafein, konsumsi obat perangsang seperti amfetamin juga menimbulkan gejala dan efek yang sama.

5. Kurang tidur dan kelelahan
Jika Anda melakukan berbagai aktivitas berat, jangan khawatir jika otot Anda tersentak atau kram. Ini terjadi sebagai salah satu cara tubuh untuk memberi sinyal bahwa Anda perlu istirahat.
Jadi istirahatlah, terutama berikan beberapa otot waktu untuk rileks.

6. Minum obat

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, Anda akan diberikan obat-obatan yang tinggi kandungan air, disebut juga diuretik. Obat-obatan ini membuat Anda buang air kecil lebih banyak.
Hal inilah yang menyebabkan penurunan jumlah potasium dalam tubuh, yang dapat menyebabkan kejang otot.
Obat lain, seperti beberapa antidepresan, juga memiliki efek samping seperti kejang dan kedutan, dan beberapa obat untuk epilepsi dan psikosis juga dapat menyebabkan kelopak mata berkedut.

7. Kurangnya asupan darah
Penyempitan pembuluh darah yang membawa darah ke area kaki bisa menyebabkan kram saat berolahraga. Kondisi ini dikenal sebagai aterosklerosis. Kram hilang saat Anda berhenti berolahraga.

Hal-hal yang meningkatkan risiko kram otot

Risiko seseorang mengalami kram otot dapat meningkat sebagai akibat dari hal-hal berikut:

  • Usia tua

Seiring bertambahnya usia, massa otot Anda akan terus berkurang. Ini memaksa otot-otot yang sehat untuk bekerja sangat keras untuk menopang tubuh. Dengan demikian, risiko serangan epilepsi akan meningkat.

  • Kehamilan

Karena banyak perubahan yang terjadi di tubuh, termasuk penambahan berat badan yang signifikan, wanita hamil berisiko lebih besar mengalami kram otot.

  • Memiliki riwayat penyakit tertentu

Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko kram otot adalah diabetes, gangguan saraf, dan kelenjar tiroid.

Bagaimana cara mengatasi dan mencegah kram otot?

Politik Eropa dan Prusia
Jika Anda menderita kram otot, Anda dapat melakukan hal berikut di rumah untuk mencegah atau meredakan kram yang semakin parah:

  • Oleskan kompres hangat atau es ke area otot yang sempit
  • Hentikan aktivitas yang menyebabkan kram
  • Minum obat pereda nyeri untuk mengurangi nyeri kram
  • Pemanasan sebelum beraktivitas
  • Hindari konsumsi kafein
  • Minum banyak air sebelum dan selama berolahraga
  • Berolahraga secara teratur untuk menghindari kram kaki di malam hari
  • Regangkan otot sebelum dan sesudah latihan

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami kram otot parah yang mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *